SUDAH PINDAH RUMAH -> ADA KOKO

TITIK BALIK : Menerjang Rintangan Menggapai Masa Depan

Selasa, 22 Juni 2010


Copy Paste dari blog tetangga,..

Judul : TITIK BALIK,
Menerjang Rintangan Menggapai Masa Depan
Penulis : 18 Pemenang Lomba Cipta Karya Inspiratif
Penerbit: Leutika, Mei 2010.
Tebal : xvi, 191 halaman
ISBN : 978-6028-597-39-5
Kategori: Nonfiksi - Motivasi
Harga : Rp 38.000,-

Pernahkah mengalami masa-masa berat hingga berada di titik nadir?
Terjatuh, terpuruk, dan gagal adalah biasa dalam kehidupan. Yang luar biasa adalah bila dapat bangkit dari keterpurukan dan kegagalan itu.

TITIK BALIK memuat pengalaman hidup yang patut dibagi bersama. Dari cerita seperti inilah seeorang sering menemukan pijar motivasi untuk menjalani hidup. Tak perlu mengalami kegagalan itu sendiri bila kita bisa belajar dari kegagalan orang lain.

TAK CUKUP DENGAN AIR MATA adalah kisahku yang terpillih menjadi Pemenang I dalam lomba ini.

“Siang ini kita makan tumis kangkung spesial, ya?”
“Spesial pakai apa, Ma?” tanya Kakak.
“Pakai kangkung. Hehe …. Mau kan?”
“Mau deh,” jawab Kakak. “Papa nanti siang mau makan pakai tumis kangkung spesial nggaaaak?” tanya Kakak.
“Mau.”
Datar.
“Bener?”
“Ya.”
Masih datar....
“Ada uang belanjanya?” Akhirnya bertanya juga.
“Cari gratisan aja. Petik kangkungnya yang di dekat rumah Ustad.”
Termangu.
“Yuk, Kak. Kita cari kangkung.”

Tanpa mengerti beban pikiran orangtuanya, Kakak bersorak gembira. Langkah-langkah kakinya begitu ringan ketika berjalan menuju tanah kosong di sebelah rumah Ustad. Di tanah kosong yang sebagian digenangi air itu tumbuh subur kangkung liar. Besar-besar. Segar.

Kakak masih berceloteh riang saat ibunya, seorang sarjana yang lulus cum laude dari sebuah PTN ternama memetiki kangkung liar demi menghemat seribu rupiah bakal membeli dua ikat kangkung untuk menu makan siang. Ya. Seribu rupiah. Bukan sepuluh ribu. Bukan seratus ribu.
(Sepenggal kisah Triani Retno dalam buku Titik Balik!)

17 penulis yang tergabung dalam buku ini adalah: Dian Nafi Awaliyah, Tri Nursanti, R. Rudi Agung P, Rizha Krisna Wardhani, Suguh Kurniawan, ME Chitra Eka Dewi, Yuli Misgiyati, Kurniadi, Tia Setiawati, Agus M. Irkham, Haya Aliya Zaki, Prakoso Bhairawa Putera, Ari Sandi, Sri Hindiyastuti, Alfi Zamilah, Dira Ernawati, dan Yuventia Tunda Reka Anggita.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
 
 

BERGABUNG DENGAN BLOG INI

PENJAGA LAMAN

Foto Saya
prakoso bhairawa
Lahir di Tanjung Pandan (pulau Belitung), 11 Mei 1984. Ia memiliki nama pena KOKO P. BHAIRAWA. Duta Bahasa tingkat Nasional (2006) ini kerap menulis di berbagai media cetak Nasional dan Daerah. Buku-bukunya: Megat Merai Kandis (2005), La Runduma (2005), Ode Kampung (2006), Uda Ganteng No 13 (2006), Menggapai Cahaya (2006), Aisyah di Balik Tirai Jendela (2006), Teen World: Ortu Kenapa Sih? (2006). Asal Mula Bukit Batu Bekuray (2007), Medan Puisi (2007), 142 Penyair Menuju Bulan (2007), Ronas dan Telur Emas (2008), Tanah Pilih (2008), Putri Bunga Melur (2008), Aku Lelah Menjadi Cantik (2009), Pedas Lada Pasir Kuarsa (2009), Cerita Rakyat dari Palembang (2009), Wajah Deportan (2009), Pendekar Bujang Senaya (2010), Ayo Ngeblog: Cara Praktis jadi Blogger (2010), dan Membaca dan Memahami Cerpen (2010). Tahun 2009 menjadi Nominator Penulis Muda Berbakat – Khatulistiwa Literary Award. Saat ini tercatat sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Beralamat di koko_p_bhairawa@yahoo.co.id, atau di prak001@lipi.go.id
Lihat profil lengkapku