go green indonesia!
SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG PRAKOSO

Kamis, November 19, 2009

BISKOM November 2009


Majalah BISKOM kali ini menampilkan Menteri Komunikasi dan Informatika. Tifatul Sembiring (Terima kasih kepada Departemen Komunikasi dan Informatika yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika: Komunikasi Lancar, Informasi Benar

• FIGURE:
- Senior Technical Marketing Manager NVidia, Jeff Yen, Menonton HD di Netbook Berkat NVidia
- Country Manager HDS Indonesia, Ming Sunadi, Economize Your Storage
- CEO PT. Infotech Media Nusantara, R. Anton Raharja, Jika Saling Berbagi Open Source Pasti Berkembang

• HEADLINE:
- Menteri Baru, Harapan Baru
- Fiber Optik, Dari Telekomunikasi Hingga Kedokteran
- Melanjutkan Proyek Palapa Ring

• FOCUS:
- FOSS Turut Besarkan Industri TIK
- TI Perbaiki Kualitas Demokrasi
- Kasus KPK, Aspirasi Publik Merebak
- Industri Kreatif, For a Brighter Digitalpreneur
- Banjir Ponsel Qwerty

• BROWSING:
- Blackberry-iPhone Terus Bersaing
- NVidia Rilis GeForce GT240 17 November?
- Mozilla Versi 4 Segera Meluncur
- D-Link Xtreme N DIR-685 Raih Penghargaan

• INSPIRATION:
- Dirgayuza Setiawan, Amazon Kindle: Definitely The Next Big Thing in Technology
- Bob Julius Onggo, Do You Google or Do You Bing?
- Prakoso Bhairawa Putera S, Ragam Bahasa Narablog
- Muhamad Jafar Elly, Menanti Realisasi Kontrak Kerja 100 Hari Menkominfo

• REVIEW & CELLULAR:
- Sony Vaio VGN-NS30E/S
- Lenovo S10-2
- Canon PowerShot G11 dan S90
- Genius G-Shot 900 & G-Shot DV505
- Asus Eee PC 1005HA
- Kingston SSDNow V Series
- Samsung T939 Behold II
- Samsung Corby B3210 CorbyTXT

Baca Selengkapnya...

Jumat, November 13, 2009

Pemenang Lomba Blog Bahasa dan Sastra 2009

Alhamdulillah, pagi ini ada kabar baik. Blog ini menjadi salah satu pemenang dalam Lomba BLOG BAHASA dan SASTRA 2009.

Berikut hasil lengkapnya (sumber laman balai bahasa Bandung)

Setelah mengamati dan menilai 383 peserta Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Balai Bahasa Bandung Tahun 2009, kemudian mendiskusikannya dalam rapat khusus dengan memperhatikan kriteria yang telah ditetapkan, tim juri memutuskan dan menetapkan pemenang Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Balai Bahasa Bandung Tahun 2009 sebagai berikut.

Keenamnya dinyatakan sebagai pemenang karena memenuhi kriteria:
  1. Membahas masalah kebahasaan, termasuk kesastraan walau tidak merupakan satu-satunya topik yang disajikan dalam blog;
  2. Menyajikan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pembaca;
  3. Memuat pemikiran, gagasan, atau tanggapan yang membuka wawasan pembaca;
  4. Memiliki daya tarik dengan tidak mengurangi keseriusan pembahasan;
  5. Menggunakan bahasa yang dapat dipahami target pembaca seluas-luasnya;
  6. Memberi perhatian pada masalah kebahasaan secara terus-menerus;
  7. Menampilkan inovasi, baik yang bersifat teknis maupun pemikiran;
  8. Memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin sehingga mengarah ke multimedia (ada aspek gerak, gambar, dan suara).

Ditetapkan di Bandung
Tanggal 12 Nopember 2009


Tim Juri
Juri I = Doddi Ahmad Fawdzy
Juri II = Drs. C. Rudyanto, M.A.
Juri III = Asep Sholahuddin, M.T.

Baca Selengkapnya...

Rabu, November 11, 2009

Pemenang Khatulistiwa Literary Award 2009


Akhinya Pemenang Anugerah Sastra Khatulistiwa ke-9 tahun 2009, telah diumumkan dalam sebuah rangkaian acara Malam Penganugerahan:

Pemenangnya adalah

Kategori Puisi: Dongeng Anjing Api oleh Sindu Putra (Berhadiah Rp 100 jt).

Kategori Prosa: Lembata oleh F. Rahardi (Berhadiah Rp 100 jt).

Kategori Penulis Muda Berbakat: Fortunata oleh Ria N. Badaria (Berhadiah Rp 25 jt) an

Hadiah Khusus Metropoli D'Asia Khatulistiwa: Bulan Lebam oleh Sihar Ramses Simatupang (Berhadiah Euro 3000)

Baca Selengkapnya...

Minggu, Oktober 25, 2009

Penguatan Iptek Nasional


Oleh Prakoso Bhairawa Putera

Suatu kebijakan merupakan rencana tindakan yang sengaja dibuat untuk memandu keputusan dan mencapai tujuan-tujuan secara rasional. William Jenkins dalam Policy Analysis: A Political and Organizational Perspektive (1978) menyatakan, kebijakan adalah satu set keputusan yang saling berhubungan yang dilakukan oleh seorang aktor politik atau sekelompok aktor mempertimbangkan pemilihan dari tujuan dan cara untuk mencapainya dalam situasi tertentu di mana keputusan tersebut harus, secara prinsip, ada dalam lingkup kekuasaan yang dapat dicapai oleh aktor-aktor tersebut.

Di beberapa negara industri baru, sektor yang dikedepankan untuk mempercepat pembangunan sekaligus sebagai sektor strategis yang mendorong perekonomian nasional adalah iptek. Iptek haruslah dilihat dalam pengertian luas mencakup ilmu-ilmu pengetahuan alam, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, teknologi, manajemen, serta seni dan desain. Hal tersebut merupakan faktor pendorong yang sangat vital dalam pembangunan dan pemandirian bangsa. Ketika arah pengembangan iptek dapat diselaraskan dengan arah-arah kegiatan pembangunan di berbagai sektor, performa proses pembangunan lebih efektif dan capaian pembangunan (output, outcome, dan dampak) terjamin sustainabilitasnya. Sebaliknya, ketika kegiatan pembangunan tidak ditopang iptek, dapat terjadi gejala pembangunan berbiaya tinggi, kebergantungan pada bantuan iptek luar negeri, dan tidak berkelanjutan.

Perkembangan iptek sangat bergantung pada bagaimana kebijakan iptek di suatu negara berkorelasi dengan kebijakan-kebijakan pembangunan di berbagai sektor. Kebijakan iptek di negara-negara maju di abad ke-19/awal abad ke-20, menjadi bagian penting dari kebijakan pertahanan, tetapi tidak banyak berkaitan dengan kebijakan sosial ekonomi. Di era Perang Dunia I dan II, riset fundamental (seperti fisika energi tinggi dan fisika nuklir), bidang-bidang teknologi cutting-edge (seperti teknologi kedirgantaraan, teknologi komputasi massif, dan rekayasa genetika) menjadi prioritas pengembangan iptek di negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, negara-negara Eropa, dan Cina, untuk kepentingan pertahanan.

Pada negara-negara industri baru (seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura), kebijakan iptek berkembang dengan penekanan pada riset-riset industrial untuk tujuan alih teknologi dan peningkatan ekpor berbasis teknologi tinggi. Meskipun memberi dampak ekonomi (pada PDB) yang berarti, kebijakan iptek ini kurang memperhatikan pertumbuhan kapasitas riset bangsa secara keseluruhan. Dampak keterbatasan ini menjadi signifikan di era krisis Asia di periode 1990-an.

Kebijakan iptek nasional yang terintegrasi dalam bingkai kebijakan pembangunan secara utuh sangat diperlukan dalam usaha mengentaskan bangsa Indonesia dari "krisis". Sejak munculnya Kebijakan Strategis (Jakstra) Pembangunan Nasional Iptek yang disusun dengan maksud agar dapat memberikan panduan bagi segenap bangsa Indonesia untuk meningkatkan keterpaduan langkah pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan iptek dalam mendukung pembangunan nasional dan pencapaian peningkatan daya saing bangsa.

Jakstra mengarahkan pembangunan iptek pada dua dimensi yang saling terkait. Pertama, mendayagunakan iptek untuk mendukung upaya-upaya pembangunan nasional secara berkelanjutan. Kedua, pembangunan pada peningkatan kemampuan penguasaan iptek dalam mencapai kesejajaran dengan negara-negara yang lebih maju. Pada dimensi pertama, iptek diletakkan sebagai sarana pembangunan (science and technology for development). Sedangkan pada dimensi kedua, iptek merupakan sasaran pembangunan (development of science and technology). Keefektifan pendayagunaan iptek untuk mendukung pembangunan nasional bergantung pada tingkat akumulasi kemampuan iptek. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi memungkinkan bertambahnya sumber daya yang bisa dialokasikan untuk memperdalam penguasaan iptek.

Pemaduan dua dimensi tersebut ditumpukan pada suatu Sistem Inovasi Nasional (SIN). SIN merupakan landasan pemikiran yang menyeluruh untuk pembangunan iptek yang mencakup pilar-pilar utama seperti SDM, teknologi, dan modal. Pembangunan berbasis SIN bertumpu sekaligus pada simpul-simpul SIN, seperti sektor produksi, lembaga litbang nasional, perguruan tinggi, dan pada interaksi yang harmonis antara simpul-simpul tersebut. Fokus utama dalam interaksi itu adalah kegiatan-kegiatan seperti adopsi dan adaptasi teknologi baru, inovasi, dan difusi teknologi, perekaan, serta penemuan baru. Kesemuanya diarahkan untuk menjadikan iptek sebagai tiang utama dalam menumbuhkan daya saing industri dan masyarakat secara keseluruhan.

Untuk menopang penguatan pelaksanaan SIN di Indonesia, mau tidak mau penguatan kebijakan berpihak dan dapat mengakomodasi kepentingan iptek. Tataran penguatan kebijakan dapat diarahkan setidaknya pada enam fokus, yaitu fokus penelitian terarah pada kegiatan ekonomi dan iptek peningkatan daya saing, penyediaan jumlah SDM litbang yang memadai, task approach dan priority approach, peningkatan kualitas prasarana dan sarana penelitian, penguatan sikap peneliti yang profesional, serta membangun partisipasi, kesadaran masyarakat -- budaya iptek.

Layaknya rumah, Indonesia adalah satu kesatuan dan iptek merupakan bangunan tempat menjadi naungan Indonesia. Supaya bisa terlihat diperlukan kokohnya satu kesatuan utuh. Enam komponen tersebut saling membentuk dalam satu bangunan kokoh layaknya rumah.

Iptek merupakan satu investasi yang tidak bisa secara langsung dan dalam waktu cepat bisa dinikmati, tetapi butuh proses yang cukup panjang dan terus dikawal keberadaannya. Seperti Jepang yang baru pada awal periode 2000-an ini muncul setelah sekian lama melakukan investasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kini giliran kita (Indonesia) untuk berusaha sekuat tenaga meningkatkan keadaan iptek yang ada dan terus mengawalnya. ***

Penulis, Peneliti Muda Kebijakan dan Perkembangan Iptek,
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta
.

Baca Selengkapnya...

Majalah BISKOM Edisi Oktober 2009


Majalah BISKOM kali ini menampilkan Pendiri PT. Motekar Garuda Media, Arry Akhmad Arman, (Terima kasih kepada PT. Motekar Garuda Media dan staff yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Oktober 2009 diantaranya:


• COVER STORY: Arry Akhmad Arman, Pendiri PT.Motekar Garuda Media, Konten Indonesia Mampu Mendunia

• FIGURE:
- General Manager MAG, Djoko Mudjiono, MAG: Mall Keluarga Plus IT Center Lengkap
- Kepala Program Buoy Tsunami Indonesia, Ridwan Djamaluddin, Buoy Tsunami Siap ke Padang
- Praktisi Industri Kreatif, Iwan Pilliang, Perlu Modal Ventura

• HEADLINE:
- Dukung Industri Kreatif!
- Daerah,Basis Pengembangan Industri Kreatif

• FOCUS:
- Teknovation Pacu Daya Saing
- PNS Diminta Tak Unduh Situs Porno,FB dan Main Game
- PPHKI,Gerakan Anti Software Ilegal
- Gempa,Trafik Komunikasi Melonjak

• BROWSING:
- Intel Atom Digunakan Pada TV
- AVG Temukan Sejumlah Account Facebook Berbahaya
- Hacker Serang Situs PM Australia
- Mozilla Versi 4 Segera Meluncur

• INSPIRATION:
- Dirgayuza Setiawan, Snow Leopard: Desain Antar muka Komputer Bakal Buntu?
- Bob Julius Onggo, Linkedin: Link-kan Pasar di Era Horisontal
- Prakoso Bhairawa Putera S, SIM Logistik Tanggap Bencana
- Muhamad Jafar Elly, Kecerdasan Mesin VS Manusia
- u, Implementasi Content, Manajemen dan Keamanan Dalam E-Gov

• REVIEW & CELLULAR:
- LG Widebook
- Kingston HyperX Kits 8Gb
- Canon LBP7200Cd & LBP7200Cdn
- Genius G-Shot 900
- Sony Vaio VGN-NS20E/S
- Asus UX50V
- Samsung AMOLED 12M
- Motorola Cliq

Baca Selengkapnya...
AKU LELAH MENJADI CANTIK (TELAH BEREDAR)

"Magical Template" designed by Blogger Buster