SUDAH PINDAH RUMAH -> ADA KOKO

34 Naskah LPIR Lolos Seleksi ke Tingkat Nasional

Selasa, 04 Agustus 2009

Minggu (26/07) berlangsung seleksi naskah Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2009 di Hotel Atlet Century Park, Jakarta. Tim juri memilih 34 naskah terbaik dari 1295 naskah yang masuk ke sekretariat panitia Direktorat Pembinaan SMA. Finalis atau naskah terpilih, nantinya akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti tahapan wawancara pada tanggal 11, 12, dan 13 Agustus 2009.

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) merupakan wahana bagi para remaja yang tertarik dan memiliki minat melakukan penelitian ilmiah terhadap suatu obyek tertentu sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing. Lomba ini diadakan setiap tahunnya sejak 1977 yang bertujuan untuk membina kegemaran para remaja dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat ilmiah. Bidang-bidang yang diperlombakan dalam LPIR antara lain, pertanian, biologi, matematika, fisika, kimia/geologi, kesehatan/psikologi, kesusasteraan, Sejarah/Kebudayaan, Ekologi, Ekonomi/Manajemen, Pendidikan, dan Sosiologi. Tim Juri terdiri dari para dosen dan pakar ilmiah di masing-masing bidang yang dilombakan.

Sebanyak 1295 naskah yang masuk, dipisahkan berdasarkan bidang studi. Selanjutnya naskah diserahkan kepada dewan juri untuk diseleksi. Ketua tim juri Prof. Dr. Mien Ahmad Rifai usai melakukan penyeleksian naskah bersama tim juri lainnya di Hotel Century mengatakan, meskipun peserta yang lolos masih didominasi diseputaran pulau Jawa, namun terdapat beberapa provinsi-provinsi yang mulai menunjukkan potensinya, contohnya seperti Maluku Utara, NTB, Sumatera Utara, Bengkulu, Kalimantan Timur, dan lain-lain. Objek penelitian yang diteliti hampir semuanya mengemukakan hal-hal yang menarik untuk diteliti. “Dari 34 naskah ini, 25 diantaranya layak untuk menang. Untuk tahun ini betul-betul meningkat mutunya. Kalau dulu biasanya dari naskah yang dipilih hanya 10 yang bagus-bagus. Nanti selanjutnya tinggal kita lihat apakah komprehensif pengetahuannya, kreatifitasnya bagaimana, dan sebagainya,” ujar Mien Ahmad Rifai.

Apresiasi terhadap siswa akan diberikan setelah melihat presentasi terbaik, selain itu juga dilihat dari sikap peserta, pengungkapan bahasa dalam presentasi, gaya penulisan naskah, dan metodologi penelitian yang dilakukan. Pak Mien, sapaan akrabnya juga meminta kepada tim juri agar saat bertanya dalam proses wawancara tidak terlalu banyak memasukan unsur penekanan. Mengingat yang dihadapi adalah siswa SMA, bukan mahasiswa.

Situasi yang hampir sama diungkapkan oleh Kasi Bakat dan Prestasi Siswa Suharlan SH, MM. Terjadi peningkatan potensi dan minat para siswa dalam mengikuti Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tahun ini. Hal ini ditunjukkan dari sulitnya juri saat memutuskan naskah yang layak masuk final, karena hampir semua naskah memenuhi kriteria penulisan yang baik. Dan yang uniknya lagi, menurut Suharlan, salah satu siswa yang lolos dalam seleksi kali ini adalah peraih medali emas lomba penelitian bidang fisika tingkat internasional. Bedanya pada LPIR kali ini, yang lolos dengan ruang lingkup penelitian yang jauh dari kepiawaiannya di bidang fisika. Ia meneliti tentang kebudayaan Indonesia di luar negeri, tepatnya penelitian bidang sosiologi. “Nah, karakter-karater siswa seperti ini yang perlu ditingkatkan lagi. Siswa tidak saja mampu menguasai sains, tetapi juga bidang-bidang lainnya, sehingga terjadi keseimbangan ilmu dan prestasi dalam diri siswa.” Tambah Suharlan. Rinda

sumber : Direktorat Pembinaan SMA

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 
 

BERGABUNG DENGAN BLOG INI

PENJAGA LAMAN

Foto Saya
prakoso bhairawa
Lahir di Tanjung Pandan (pulau Belitung), 11 Mei 1984. Ia memiliki nama pena KOKO P. BHAIRAWA. Duta Bahasa tingkat Nasional (2006) ini kerap menulis di berbagai media cetak Nasional dan Daerah. Buku-bukunya: Megat Merai Kandis (2005), La Runduma (2005), Ode Kampung (2006), Uda Ganteng No 13 (2006), Menggapai Cahaya (2006), Aisyah di Balik Tirai Jendela (2006), Teen World: Ortu Kenapa Sih? (2006). Asal Mula Bukit Batu Bekuray (2007), Medan Puisi (2007), 142 Penyair Menuju Bulan (2007), Ronas dan Telur Emas (2008), Tanah Pilih (2008), Putri Bunga Melur (2008), Aku Lelah Menjadi Cantik (2009), Pedas Lada Pasir Kuarsa (2009), Cerita Rakyat dari Palembang (2009), Wajah Deportan (2009), Pendekar Bujang Senaya (2010), Ayo Ngeblog: Cara Praktis jadi Blogger (2010), dan Membaca dan Memahami Cerpen (2010). Tahun 2009 menjadi Nominator Penulis Muda Berbakat – Khatulistiwa Literary Award. Saat ini tercatat sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Beralamat di koko_p_bhairawa@yahoo.co.id, atau di prak001@lipi.go.id
Lihat profil lengkapku